Dari beberapa setting yang pernah tak lakukan, untuk setting ip di linux cukup sederhana.
Ada 2 cara :
1. Langsung ketikan perintah berikut
# ifconfig
misal :
# ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0
Tapi cara ini tidak disarankan, karena perintah diatas tidak merubah script network, sehingga ketika mesin di restart maka, konfigurasi diatas hilang.
Hal ini bisa diatasi dengan menuliskan perintah diatas kedalam startup linux yaitu di /etc/rc.local
misal :
# cat ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 >> /etc/rc.local
2. Cara yang kedua ini lebih disarankan, karena kita langsung mengedit file konfigurasi network nya yaitu di /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
misal :
# nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
maka akan mucul konfigurasi berikut
DEVICE=eth0 //interface
ONBOOT=yes //dibaca waktu booting
BOOTPROTO=static //tipe protokol (static/dhcp)
IPADDR=192.168.100.1 //alamat ip
NETMASK=255.255.255.0 //netmask
GATEWAY=192.168.100.1 //gateway jika perlu
Keluar dan simpan dari editor nano dengan perintah Ctrl+X
Lalu restart service networknya
# service network restart
Cek ip dengan perintah ifconfig
#ifconfig
Nah…. begitulah ceritanya..
catatan konfigurasi diatas menggunakan Fedora Core 6 dengan editor nano
- eL~gaTeZ @ 36.16
- Malang, Jawa Timur, Indonesia
About Me
Wajib Isi ^-^
Pengunjung
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
Subscribe to:
Comments (Atom)

